Infoberita24.com | Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, memasuki musim penghujan yang diprediksi akan disertai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sepanjang bulan Desember 2024. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaur mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan gelombang tinggi. Kamis (5/12/2024).
Wilayah Rawan Banjir
BPBD Kaur telah mengidentifikasi beberapa wilayah yang rawan banjir di Kabupaten Kaur, yaitu:
– Padang Guci: Wilayah ini berada di dekat sungai-sungai besar dan sangat rentan terhadap banjir akibat hujan deras.
– Kinal: Mirip dengan Padang Guci, Kinal juga berisiko tinggi terkena banjir karena letaknya yang dekat dengan sungai.
– Nasal: Wilayah ini juga berdekatan dengan sungai dan berpotensi mengalami banjir ketika curah hujan tinggi.
– Pusat Kota Kaur Selatan: Lokasi ini juga berada di dekat sungai dan berpotensi terdampak banjir.
Wilayah Rawan Longsor Wilayah pegunungan seperti Muara Sahung merupakan daerah yang rawan longsor. Deforestasi dan penggantian hutan dengan perkebunan kelapa sawit, karet, dan kopi telah melemahkan struktur tanah, sehingga mudah longsor saat hujan deras.

Himbauan BPBD Kaur Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kaur Muljunias, ST melalui Kabid Tanggap Darurat Yanto, S.Sos. BPBD Kaur menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk meminimalisir risiko bencana:
– Pantau Debit Sungai: Masyarakat yang tinggal di dekat sungai harus memantau debit air secara berkala. Jika debit air sungai meningkat dan menunjukkan tanda-tanda meluap, segera evakuasi diri ke tempat yang lebih aman.
– Waspada Terhadap Angin Kencang: Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap angin kencang yang dapat mengakibatkan pohon tumbang dan kerusakan bangunan. Hindari berteduh di bawah pohon saat hujan disertai angin kencang.
– Hindari Aktivitas di Pesisir Pantai: Nelayan dan masyarakat yang tinggal di pesisir pantai harus mewaspadai gelombang tinggi dan angin kencang. Hindari aktivitas di laut saat cuaca buruk. Ujar Yanto.
Langkah Pencegahan Selain meningkatkan kewaspadaan, masyarakat juga dapat mengambil langkah-langkah pencegahan untuk meminimalisir risiko bencana:
– Memperkuat Struktur Bangunan: Perkuat struktur bangunan rumah dan tempat tinggal untuk mencegah kerusakan akibat angin kencang dan hujan deras.
– Melakukan Pengerukan Saluran Air: Bersihkan saluran air dan sungai dari sampah dan endapan tanah untuk memperlancar aliran air dan mencegah banjir.
– Menanam Pohon: Tanam pohon di lereng bukit dan daerah rawan longsor untuk memperkuat struktur tanah dan mencegah tanah longsor.
Dampak Cuaca Buruk pada Nelayan Cuaca buruk yang melanda Kabupaten Kaur juga berdampak pada nelayan di wilayah tersebut. Ikram, seorang nelayan di Pasar Lama Kecamatan Kaur Selatan, mengatakan bahwa tangkapan ikan mereka tidak maksimal dalam satu minggu terakhir akibat gelombang tinggi di laut. Mereka terpaksa menepi untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Musim penghujan di Kabupaten Kaur membawa potensi bencana alam yang signifikan. BPBD Kaur telah mengeluarkan peringatan dini dan menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah pencegahan. Dengan meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan, masyarakat dapat meminimalisir risiko bencana dan menjaga keselamatan diri dan keluarga.
Marzan


















