Wamen ATR/Waka BPN, Ossy Dermawan, resmi membuka Ujian Pejabat Pembuat Akta Tanah Tahun 2026.

Berita, Nasional82 Dilihat
banner 468x60

Infoberita24.com | Wamen ATR/Waka BPN, Ossy Dermawan, resmi membuka Ujian Pejabat Pembuat Akta Tanah Tahun 2026.

Digelar di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian ATR/BPN, Cikeas, Kabupaten Bogor, Senin (3/8/2026).

Sebanyak 7.886 peserta mengikuti seleksi yang digelar di tiga lokasi berbeda.

Mereka akan bersaing memperebutkan 1.743 formasi PPAT yang tersebar di 270 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Ossy menegaskan, penyelenggaraan Ujian PPAT merupakan bagian dari komitmen Kementerian ATR/BPN untuk menghadirkan layanan pertanahan yang semakin berkualitas.

Melalui sumber daya manusia yang profesional dan berintegritas.

“Penyelenggaraan Ujian PPAT merupakan bagian dari upaya Kementerian ATR/BPN, untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan pertanahan dari PPAT yang kompeten, memahami hukum pertanahan, profesional, dan berintegritas,” ujar Ossy Dermawan.

Menurutnya, kualitas pelayanan pertanahan tidak hanya bergantung pada regulasi maupun pemanfaatan teknologi.

Tetapi juga oleh kompetensi para pejabat yang menjalankan tugas di lapangan.

“Kualitas layanan pertanahan tidak hanya ditentukan oleh regulasi yang baik maupun teknologi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya,” tegasnya.

Dari total peserta yang mendaftar, sebanyak 2.929 peserta berasal dari kalangan notaris, sedangkan 4.957 peserta merupakan peserta non-notaris.

Ossy menjelaskan, materi ujian disusun secara menyeluruh agar mampu menghasilkan PPAT yang memiliki kompetensi teknis sekaligus menjunjung tinggi etika profesi.

“Materi ujian mencakup organisasi kementerian, hukum pertanahan, penetapan hak dan pendaftaran tanah, tata cara pembuatan akta hingga kode etik profesi. Semua ini dirancang agar setiap PPAT memiliki bekal pengetahuan dan profesionalisme yang memadai,” jelasnya.

Selain melaksanakan seleksi, Kementerian ATR/BPN juga terus memperkuat sistem pembinaan dan pengawasan terhadap profesi PPAT, melalui penyempurnaan regulasi yang menyesuaikan perkembangan zaman.

Ossy mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat etika profesi, memperjelas hak dan kewajiban PPAT, sekaligus meningkatkan sistem evaluasi kinerja secara objektif bersama Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT).

“Kami terus menyempurnakan regulasi dan mengembangkan sistem penilaian kinerja PPAT bersama IPPAT agar lebih objektif dan proporsional,” katanya.

Ujian PPAT 2026 dilaksanakan secara bertahap di tiga lokasi. Di BPSDM Kementerian ATR/BPN, Cikeas, ujian berlangsung pada 3–5 Agustus 2026 dengan 2.482 peserta.

Selanjutnya di Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta, ujian digelar 11–13 Agustus 2026 dengan 2.397 peserta.

Sedangkan di Politeknik Agraria STPN, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, ujian berlangsung 18–20 Agustus 2026 dan diikuti 3.007 peserta.

Pembukaan Ujian PPAT Tahun 2026 turut dihadiri Kepala BPSDM Kementerian ATR/BPN, Agustyarsyah, Direktur Pengaturan Pendaftaran Tanah dan Ruang PPAT dan Mitra Kerja, Ana Anida, Ketua Umum IPPAT Hapendi Harahap, serta jajaran pengurus IPPAT Pusat. (**)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *