Infoberita24.com| Kaur – Bulan Syakban, yang juga dikenal sebagai bulan ruwah, merupakan bulan istimewa bagi masyarakat muslim di Kecamatan Muara Sahung, KabupatenKaur. Di bulan ini, mereka merayakan tradisi Ruwahan, sebuah tradisi yang kaya makna dan penuh dengan nilai-nilai luhur.
Tradisi Ruwahan di Muara Sahung menjadi momen penting untuk menjalin silaturahmi keluarga dan menghormati leluhur. Masyarakat setempat biasanya melakukan ziarah, berdoa, dan memohon ampunan bagi arwah para leluhur yang telah meninggal dunia.
Acara ini biasanya dipimpin oleh Bapak Imam Masjid atau para sesepuh desa. Masyarakat secara bergantian menyelenggarakan acara di rumah masing-masing atau di masjid.
Hidangan tradisional seperti bubue, tapai, keripik pisang, dan kue apam menjadi ciri khas tradisi Ruwahan. Bubue 9 (sembilan) dihidangkan saat peramalan berlangsung, diiringi aroma kemenyan yang harum.
Tradisi Ruwahan memiliki banyak manfaat, seperti menjalin silaturahmi keluarga, mengingatkan kita akan kematian, dan mendorong kita untuk bersedekah.
Melalui tradisi Ruwahan, masyarakat Muara Sahung berharap dapat menciptakan generasi penerus yang berakhlak mulia, damai, sejahtera, dan rajin beribadah.












