Infoberita24.com | Kabupaten Kaur – Wendi seorang peternak lebah madu hutan di Kabupaten Kaur sejak 2018 tersebut memiliki tujuan memanfaatkan pinggiran kebun kelapa orang tuanya yang berada dekat pantai Cokuh.
Lebih dari 70 kotak miliknya terisi ribuan lebah, dan menghasilkan madu sampai 17 botol Teh Sosro per bulannya. Setiap kotak, berisi seekor ratu lebah dengan beberapa pejantan, dan 1.000 lebih lebah pekerja.
Wendi mengungkapkan, ternak madu hutan merupakan peluang usaha yang menjanjikan. Selain madu menghasilkan dari segi ekonomi, usaha ini juga memiliki tujuan untuk memanfaatkan lahan pinggiran kebun, dengan membantu mengoptimalkan pembuahan bunga di setiap pohon yang ada di kebun melalui serbuk sari dari proses pengambilan nektar oleh lebah. Dengan proses pembuahan yang sempurna, maka akan menambah produktivitas pohon di sekeliling ternak madu.
“Lebah ini sangat membantu pembuahan bunga tanaman melalui serbuk sari. Mereka terbang memutar 1 sampai 3 kilometer untuk cari makan. Karena proses pembuahan serbuk sari sempurna. Yang awalnya satu pohon menghasilkan hanya 1 ton, karena ada lebah ini bisa 1,5 ton buahnya.”
Melalui ternak lebah hutan ini, wendi mengedukasi masyarakat untuk berusaha ternak lebah hutan dan bisa menghasilkan uang.
Wendi juga mengatakan, jika masyarakat ingin berusaha ternak lebah dia akan siap membantu untuk memberikan tips cara berternak lebah hutan, dan tersedia juga indukan lebah hutan, usaha ternak lebah ini cocok untuk usaha perorangan atau usaha Bumdes.
Saat ini, lebah yang ada di peternakan miliknya mengonsumsi nektar dari buah kelapa dan sirsak dan tumbuhan di sekitarnya, yang memang ada di sekitar kebun kawasan tersebut.
Menurut wendi, peluang usaha budidaya madu hutan masih terbuka lebar, karena masih kekurangan stok setiap bulannya. Selain itu, lebah hutan ini mudah dikembangkan di lingkungan perkebunan dan untuk perawatannya sangat mudah. Marzan Ruslan













