Infoberita24.com |Sumatera Utara – Kabupaten Simalungun, kaya akan sumber daya alam dan budaya, telah mengalami perubahan kepemimpinan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dua pemimpin, JR Saragih dan Radiapoh Hasiholan Sinaga, meninggalkan jejak berbeda dalam pengelolaan keuangan daerah. Berdasarkan data dari DJKP Kemenkeu RI dan wawancara dengan Buyung Irawan Tunjung, Ketua PABPDSI Kabupaten Simalungun, berikut analisis komparatif kedua era kepemimpinan tersebut.
Era JR Saragih: Pertumbuhan Pendapatan, Transparansi Terbatas
Data tahun 2019 menunjukkan kinerja keuangan positif di era JR Saragih. Pendapatan daerah mencapai 96,42% dari target, dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai 99,19%. Hal ini mengindikasikan keberhasilan dalam mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan. Investasi dan pembangunan infrastruktur juga mengalami peningkatan.
Namun, transparansi pengelolaan keuangan menjadi sorotan utama. Keterbatasan akses informasi publik dan tuduhan inefisiensi anggaran menimbulkan ketidakpercayaan di kalangan masyarakat. Hal ini menjadi catatan penting yang perlu dibenahi.
Era Radiapoh Hasiholan Sinaga: Transparansi Meningkat, Realisasi Belanja Terkendala
Era kepemimpinan Radiapoh Hasiholan Sinaga menandai peningkatan signifikan dalam transparansi keuangan. Akses informasi publik lebih mudah, sehingga kepercayaan masyarakat meningkat. Fokus pada pembangunan sumber daya manusia juga menjadi langkah positif.
Akan tetapi, data tahun 2024 menunjukkan tantangan baru. Meskipun pendapatan daerah menjanjikan, realisasi belanja masih tertinggal dari target. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai efisiensi anggaran dan kendala pelaksanaan program pemerintah daerah. Apakah ini disebabkan oleh kendala teknis, birokrasi, atau faktor lainnya? Analisis lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap penyebabnya.
Tantangan Ke Depan: Membangun Kepercayaan dan Efisiensi
Kabupaten Simalungun memiliki potensi pendapatan yang besar. Namun, tantangan utamanya terletak pada:
– Meningkatkan Transparansi: Akses informasi publik yang mudah dan akuntabilitas yang tinggi sangat penting untuk membangun kepercayaan masyarakat.
– Meningkatkan Efisiensi Anggaran: Pengelolaan anggaran yang efisien dan efektif akan memastikan bahwa setiap rupiah yang dianggarkan digunakan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat.
– Maksimalisasi Realisasi Belanja: Upaya untuk mengatasi hambatan dalam merealisasikan belanja perlu dilakukan untuk memastikan program-program pemerintah berjalan sesuai rencana.
Evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan keuangan daerah sangat diperlukan. Masyarakat Simalungun berhak mengetahui bagaimana keuangan daerah dikelola dan bagaimana anggaran digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Kepemimpinan di Kabupaten Simalungun diharapkan terus berkomitmen untuk pengelolaan keuangan yang baik dan berkelanjutan, demi terwujudnya Simalungun yang sejahtera.
Sam Hadi Purba


















