KKP BRSDM Kelautan dan Perikanan Puslatluh Kordinasi Dengan Perangkat Serta Pelaku Ikan di Linau

Berita, Daerah1299 Dilihat
banner 468x60

infoberita24.com | Kabupaten Kaur –Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memilih Desa Linau Kecamatan Maje Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu, bagian salah satu kabupaten yang ada di provinsi Bengkulu Indonesia dalam mengembangkan program Smart Fisheries Village (SFV) atau Desa Perikanan Cerdas di Kampung ikan Desa Linau untuk mendongkrak ekonomi daerah agar lebih maju dan sejahtera.

Kegiatan dalam pusat pelatihan dan penyuluhan (Puslatluh ) ini di laksanakan di Balai Desa Linau.
Kunjungan team BRSDM KKP itu diterima langsung oleh kepala Desa Linau Ispi Yulidarimin didampingi sejumlah perangkat Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Camat Maje, Babinsa serta pelaku usaha lainnya.
Dalam kegiatan dipimpin lasung oleh Pusat pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan. dr. Lilly Aprilia Pregiwati, S.Pi. M.Si. di dampingi dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kaur.

Dalam sambutan ketua puslatluh dr.lily Aprilia Pregiwati bahwa, tujuan KKP Badan Riset Sumber daya manusia memilih kampung nelayan di Desa Linau, selain memilki potensi pendukung, juga akan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Sumber Poto Simarjhon

“Program ini dalam pelaksanaannya ingin memadukan pertumbuhan ekonomi, bekerja bersama masyarakat, tetap memperhatikan kelestarian lingkungan, dan berbasis digital teknologi kekinian,” kata ketua team Puslatluh sumberdaya Manusia (BRSDM) KKP RI saat melakukan kunjungan kerja dan kordinasi Desa Linau Kecamatan Maje Kabupaten Kaur, dengan Perangkat Desa, Koprasi, pelaku usaha ikan, karang taruna selama dua hari ,” ujar lily Rabu ( 26/07/23).

Yuli juga menyampaikan program tersebut merupakan kali pertama dilaksanakan, kabupaten kaur ini, desa linau terpilih sebagai proyek pendahuluan dalam pengembangan program SFV tersebut.
Proyek untuk memperkuat kemandirian desa berbasis usaha perikanan itu perlu dilakukan kolaborasi dan membangun komitmen bersama pemerintah daerah dari unsur kepala dinas, camat dan kepala desa, sehingga program bisa terlaksana sesuai harapan.

“Adanya program ini menjadikan kegiatan ekonomi menjadi lebih beragam, seperti adanya spot wisata hingga produksi usaha mikro kecil dan menengah. Salah satu proyek SFV yang sudah dilakukan berada di Kampung Nelayan Desa Linau, kecamatan Maje Kabupaten Kaur ,”tutup nya .

Sementara Kepala Desa Linau, sangat menyambut baik dan sangat bangga, bahwa di Desa Linau terpilih menjadi Desa Binaan kampung Nelayan.

“Saat ini pelaku usaha yang ada di Linau mulai Berkembang, baik dari UMKM, perikanan / gurita. Sehingga hasil tangkapan nelayan dapat di produksi lebih besar hingga dapat di pasarkan kan ke berbagai daerah,” Ucap Kades. (MJ).

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *