Beras Mahal Di Musim Kemarau Membuat Para Petani Di Kaur Mengeluh

Berita, Nasional7985 Dilihat
banner 468x60

Infoberita24.com | Kabupaten Kaur – Sejak beberapa bulan ini daerah kaur merasakan musim kemarau, sehingga Membuat para petani sawah tadah hujan tidak bisa bersawah, begitu juga halnya para petani di kebun, banyak cabe kering, dan tanaman sayuran juga banyak mati.

Hal ini berdampak terhadap kebutuhan pokok bagi para tani, mulai keperluan beras hingga kebutuhan dapur lainya, misalnya beras harganya meroket sehingga mencapai Rp,14,000-15,000 Ribu/ Kilogramnya.

Dapat di ketahui Pemerintah Kabupaten Kaur melalui Dinas Ketahanan Pangan yang bekerja sama dengan Perum Bulog Divre Bengkulu melaksanakan gebrakan pangan di halaman Gedung Sentra Kuliner Kota Bintuhan, pada hari kamis (14/9/23). dimana pasar murah tersebut sebagai bentuk upaya menangani dampak inflasi dan stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) karena harga beras terus melonjak akibat dampak iklim El Nino. Dari informasi yang di dapat hanya berkisar 2 jam beras ludes terjual habis.

Salah satu warga Bacang Sinar Mulya Kecamatan Maje Sarif mengatakan, jika musim kemarau seperti ini membuat para petani seperti kita memang menderita, apalagi hanya mengandalkan hasil musiman, biasanya sembari menuggu hasil musiman kita juga menanam cabe, sayuran untuk menyambung hidup. Namun jika musim kemarau seperti ini tanaman banyak kering hingga mati, tentu membuat kita kebingungan, apalagi saat ini beras juga harganya sudah tinggi. Ujarnya.

Begitu juga keluhan yang sama, yang di sampaikan warga Air Batang Atik, jika saat ini beras memang sudah mahal, kiranya kalau ada gerakan Pasar Murah dilakukan di setiap kecamatan, agar orang seperti kita ini dapat terjangkau,” warga seperti kami sudah dipastikan sulit menjangkau jika ada gebrakan Pasar Murah yang jaraknya jauh dari tempat kita,” cetusnya. (MJ-24)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *