Desa Kemang Manis Sukses Manfaatkan Dana Desa untuk Ketahanan Pangan: Lahan Bekas Karet Jadi Ladang Jagung

Berita, Daerah347 Dilihat
banner 468x60

Infoberita24.com | Desa Kemang Manis, Kecamatan Kaur Tengah, Kabupaten Kaur, memanfaatkan Dana Desa untuk meningkatkan ketahanan pangan. Sebanyak 20% dari total pagu dana desa, sekitar Rp. 137 juta, dialokasikan untuk pengolahan lahan seluas 2,5 hektar yang akan ditanami jagung. Pekerjaan pembersihan lahan yang merupakan bekas kebun karet ini dilakukan dengan kombinasi alat berat jenis excavator dan tenaga kerja masyarakat setempat. Hal ini sesuai dengan pedoman pelaksanaan dan teknis (juklak juknis) yang berlaku. Sabtu (31/5/2025).

Penggunaan dana desa ini mengacu pada Permendes PDTT Nomor 8 Tahun 2022, yang menekankan sistem swakelola padat karya. Kepala Desa Kemang Manis, Bapak Lukman, menjelaskan bahwa sistem ini memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal dan pembayaran secara tunai, baik harian maupun mingguan. Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat desa.


Pemilihan excavator untuk membantu pembersihan lahan dikarenakan kondisi lahan yang berupa bekas kebun karet dengan pohon-pohon yang cukup besar. Penggunaan alat berat ini diyakini dapat mempercepat dan memaksimalkan proses pembersihan lahan, sehingga proses penanaman jagung dapat dilakukan dengan lebih efisien. Tenaga kerja masyarakat tetap dilibatkan secara aktif dalam proses ketahanan pangan.

Proses pengerjaan pembersihan lahan ini telah dimulai pada beberapa hari yang lalu. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kerjasama yang baik antara pemerintah desa, perangkat desa, dan masyarakat Kemang Manis. Partisipasi aktif masyarakat dalam program ini menjadi kunci keberhasilan upaya peningkatan ketahanan pangan di desa.

Bapak Lukman menyampaikan rasa syukurnya atas partisipasi aktif masyarakat dalam program ketahanan pangan ini. Beliau menekankan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan produksi pangan dan penyerapan tenaga kerja lokal. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk membangun desa yang mandiri dan sejahtera.

Keberhasilan program ketahanan pangan di Desa Kemang Manis diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Kaur. Dengan pengelolaan dana desa yang tepat sasaran dan partisipasi aktif masyarakat, program ini berpotensi untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.Memanfaatkan Dana Desa Untuk Meningkatkan ketahanan pangan. Sebanyak 20%

Desa Kemang Manis, Kecamatan Kaur Tengah, Kabupaten Kaur, memanfaatkan Dana Desa untuk meningkatkan ketahanan pangan. Sebanyak 20% dari total pagu dana desa, sekitar Rp. 137 juta, dialokasikan untuk pengolahan lahan seluas 2,5 hektar yang akan ditanami jagung. Pekerjaan pembersihan lahan yang merupakan bekas kebun karet ini dilakukan dengan kombinasi alat berat jenis excavator dan tenaga kerja masyarakat setempat. Hal ini sesuai dengan pedoman pelaksanaan dan teknis (juklak juknis) yang berlaku.

Penggunaan dana desa ini mengacu pada Permendes PDTT Nomor 8 Tahun 2022, yang menekankan sistem swakelola padat karya. Kepala Desa Kemang Manis, Bapak Lukman, menjelaskan bahwa sistem ini memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal dan pembayaran secara tunai, baik harian maupun mingguan. Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat desa.

Pemilihan excavator untuk membantu pembersihan lahan dikarenakan kondisi lahan yang berupa bekas kebun karet dengan pohon-pohon yang cukup besar. Penggunaan alat berat ini diyakini dapat mempercepat dan memaksimalkan proses pembersihan lahan, sehingga proses penanaman jagung dapat dilakukan dengan lebih efisien. Tenaga kerja masyarakat tetap dilibatkan secara aktif dalam proses ketahanan pangan.

Proses pengerjaan pembersihan lahan ini telah dimulai pada beberapa hari yang lalu. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kerjasama yang baik antara pemerintah desa, perangkat desa, dan masyarakat Kemang Manis. Partisipasi aktif masyarakat dalam program ini menjadi kunci keberhasilan upaya peningkatan ketahanan pangan di desa.

Bapak Lukman menyampaikan rasa syukurnya atas partisipasi aktif masyarakat dalam program ketahanan pangan ini. Beliau menekankan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan produksi pangan dan penyerapan tenaga kerja lokal. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk membangun desa yang mandiri dan sejahtera.

Keberhasilan program ketahanan pangan di Desa Kemang Manis diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Kaur. Dengan pengelolaan dana desa yang tepat sasaran dan partisipasi aktif masyarakat, program ini berpotensi untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Mr

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *