Warga Tuntut Pertanggungjawaban Atas Rusaknya Kebun Sawit Warga Ke Pihak Tambak Udang

Berita, Daerah1251 Dilihat
banner 468x60

InfoBerita24.com | Kabupaten Kaur – Menjamurnya usaha Tambak Udang Di Kabupaten Kaur tentu menjadi bagian pendukung kontribusi daerah, terutama dari sektor tenaga kerja, begitu juga sebalik nya,perusahaan-Perusahaan yang bergerak di beberapa sektor hendaknya memperhatikan dampak negatifnya terhadap Ancaman publik, misalnya persoalan Limbah,dan emisi udara termasuk pencemaran Lingkungan dan juga merusak Lahan pertanian masyarakat.


Hal ini terjadi persoalan lahan kebun Milik Warga Kaur yang tergenang Air sehingga berdampak kematian terhadap beberapa batang tumbuhan sawit di sekitar Tambak ,lebih kuran dua tahun terakhir lahan kebun milik warga disekitar tambak udang yang berada di Desa Bakal Kecamatan Maje Kabupaten Kaur itu telah rusak akibat sering tergenang air yang disinyalir faktornya akses sungai (buluran kecil) tertutup oleh Material Tanah dari tambak udang sekitarnya.

Pemilik kebun sudah melakukan berkordinasi ke pihak tambak untuk mencari solusi terkait persoalan genangan Air yang merusak kebunnya, namun pihak pemilik tambak udang kurang serius untuk menyelesaikannya, di tunggu-tunggu tidak ada kepastian dan kejelasan dan juga tidak ingin memberikan kompensasi dari pengusaha tambak udang, maka pemilik lahan yang terdampak menutup akses jalan masuk ke tambak udang.

Adapun Akses jalan yang di tutup yakni jalan masuk yang melintasi lahan warga, dan jalan ini terpaksa ditutup pihak pemilik lahan karena lahan kebun mereka rusak hingga tidak ada penyelesaian dari tambak udang.

Mediasi sudah beberapa kali dilakukan. Akan tetapi, pengusaha tambak dengan seribu alasan selalu mengingkari.
Karena kesal dengan sikap tambak udang yang terkesan menghindar dan lepas tanggungjawab terhadap kondisi lingkungan usahanya ,maka penutupan akses jalan masuk ditutup warga.

“Ini buluran sekitar kecil yang terhubung di lokasi kebun sawit,namun pihak tambak akses Aliran Air ditutup,sehingga terjadi penumpukan Air di kebun ini, dan Sekarang kedalaman tumpukkan dari genangan air mencapai 20 meteran sudah seperti danau,apalagi pada musim hujan kebuni ini hampir tenggelam semua,” ujar Rio Candra.
Lebih lanjut candra katakan bahwa dampak dari genangan air ini timbul nya kerugian yang kami alami jika di nilai dengan uang cukup besar,

“Kami akan tutup akses jalan masuk yang melintasi lahan masyarakat. Karena pihak tambak udang yang seakan-akan memandang sepele dari keluhan warga terdampak,” ungkap Chandra (38) pemilik lahan.
Dimana Penutupan akses jalan ini sebagai bentuk protes dan kekesalan terhadap tambak udang yang tidak serius menyikapi persoalan yang sedang di alami pihak pemilik lahan kebun sawit.
“terpaksa Kita tutup dan tidak diizinkan tambak udang melintas lagi. Karena sikap mereka yang tidak menghargai kami,” tegas nya. (MJ)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *