Musim Hujan Jalan Desa Linau Tanjung Aur Seperti Kubangan Kerbau

Berita, Daerah1732 Dilihat
banner 468x60

Infoberita24.com | Kabupaten Kaur – Tidak Aneh Jika saat Musim Hujan Tiba,Pemandangan Terlihat Seperti Kubangan Kerbau Di Sepanjang Jalan Desa Lina dan Desa Tanjung Aur Kecamatan Maje Kabupaten Kaur.

Jalan Di Daerah ini Mulai dari Kilo meter 3 sampai ke pemukiman Warga yang panjangnya puluhan kilo meter masih tanah Merah dan berlumpur pada saat hujan, ini lah yang menyebabkan tantangan berat bagi masyarakat khususnya Desa Tanjung Aur saat beraktifitas.

Salah satu Menanggulangi Kendala Masyarakat Setempat Bergotong Royong untuk memperbaiki dengan bahan seadanya.

Hal ini di sampaikan Kepala Desa Tanjung Aur pada media Infoberita24 Kamis (17/11/24)

Puluhan tahun kami menikmati jalan yang berlumpur seperti ini, untuk menindaklanjuti jalan yang parah maka pemdes bersama warga selalu bergotong Royong memperbaiki bagian yang sangat sulit agar warga beraktifitas sedikit lancar saat melewati jalan yang Rusak,” sampai kades Supriyadi.

Lebih lanjut Supriyadi berharap, program Inpres jalan Desa tahun Depan akan benar-benar masuk jalan desa Linau Tanjung Aur, bila di hitung Penduduk yang ada di tajung Aur mencapai lebih kurang 2000 jiwa dan 270 Kepala Kelurga jika di hitung dengan daftar pemilih mencapai 700 orang papar Kades.

“Mudah-mudhan tahun ini impian masyarkat Desa Tanjung Aur dan desa Sekitar akan terwujud, supaya pemerataan dalam pembanguan pemerintahan itu dapat di rasakan keadilannya,” harap kades.

Sementara Beberapa Waktu yang lalu pihak Dinas PUPR Kaur Yang di katakan oleh Kabid Bina Marga Lendrianto, membenarkan jika Desa Tanjung Aur sudah Masuk ke perencanaan Pembanguan Program Inpes Jalan Desa tahun 2024, yang di rencanakan Akan di bangunan Hotmix sepanjang lebih kurang 15 KM dengan angggaran Sekitar Rp 35.M dan Satu unit Jembat Yang di rencanakan anggaran nya sekitar 4 Milyar,” ujar Kabid.( MJ-24).

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *